Artikel

Sejarah Desa Bayung Gede

03 Oktober 2018 14:38:09  Administrator  1.327 Kali Dibaca 

              Berdasarkan keterangan beberapa sumber, ( antara lain dari tokoh masyarakat : Pengelingsir Desa Bayunggede , Pemuka Adat, dan Perbekel Desa Bayunggede) tidak diperoleh paparan sejarah, namun yang terungkap adalah berupa lengenda setempat (mitos) secara turun menurun yang intinya adalah sebagai berikut :

              Bahwa sebelum pulau Bali ini ditaklukkan oleh kerajaan Majapahit dan belum berkembangnya peradaban orang-orang Bali mula, Desa Bayunggede sudah lebih dulu ada. Oleh sebab itu, Desa Bayunggede tergolong Desa Kuno (desa tua) di Bali. sebelum bernama desa Bayunggede, dahulu merupakan tempat pemukiman kecil di Bali yang disebut sebagai padukuhan  yang letaknya ditenggah hutan dengan jumlah penduduk yang sangat kecil (tidak disebutkan jumlahnya). Padukuhan ini dipimpin dan dikelola oleh suatu struktur pemerintahan adat yang disebut “Ulu Apad” atau kepala suku dengan tugas pokok dan fungsinya dari penyelenggaraan kegiatan dan kepentingan pelaksanan upacaran dan upakara adat. Diantara pura-pura yang dibangun sebagai tonggak peringatan peristiwa “padukuhan” adalah pura dukuh yang sampai sekarang masih ada.

              Lama kelamaan setelah berkembangnya penduduk menjadi 35 kk, mulailah penduduk pendudukan tersebut gotong royong memperluas wilayah padukuhan dengan cara membabat hutan sekitarnya dan mengarah ke arah barat sampai kearah pemukiman sekarang. Begitu menjadi suatu desa, diberikan nama: Bayunggede yang berasal dari kata “Bayung” yang berati “Bayu”, atau tenaga sedangkan kata “Gede” dapat dipersonifikasi menjadi “kuat”. Sehingga jiaka diterjemahkan, kata Bayunggede berarti “tenaga yang kuat” . jika kita amati serta kita terjemahkan kembali lebih lanjut dari latar belakang berdirinya, Bayunggede juga memiliki makna suatu keinginan serta usaha yang tiada kenal lelah untuk membangun suatu wilayah sehingga dapat mengubah hutan belantara menjadi suatu pemukiman yang layak untuk dihuni sehingga membentuk suatu desa yang berdiri sendiri. Hal ini diperkuat oleh keterangan dari beberapa tetua atau “pengelingsir” di Desa Bayunggede yang menyebutkan bahwa nama Bayunggede merupakan suatu tonggak berdirinya sebuah desa sebagai hasil dari jerih payah penduduk pedukuhan yang membabat hutan belantara dengan penuh semangat dan tenaga yang kuat walau jumah mereka sedikit, merek berhasil merajang tata ruang desa yang hingga sekarang diwariskan kepada generasi penerusnya (Sumber pengelisingsir desa Bayunggede)

              Demikian secara singkat dapat kami paparkan sekilas sejarah mengenai Desa Bayunggede berdasarkan informasi secara turun  temurun dari para leluhur Desa Bayunggede, sehingga kami berharap dapat menjadi pedoman serta suri tauladan bagi generasi muda sebagai pemegang tanggung jawab dimasa mendatang

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Peta Desa

Aparatur Desa

Back Next

Layanan Mandiri

    Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Sinergi Program

Galeri Foto

Statistik Penduduk

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:45
    Kemarin:163
    Total Pengunjung:17.747
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.220.164.172
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

24 Agustus 2018 | 1.327 Kali
Pemerintah Desa
24 Agustus 2018 | 1.327 Kali
Visi dan Misi
24 Agustus 2016 | 1.327 Kali
Data Desa
26 Agustus 2018 | 1.327 Kali
Wilayah Desa
03 Oktober 2018 | 1.327 Kali
Sejarah Desa Bayung Gede
24 Oktober 2019 | 22 Kali
kegiatan Posyandu Lansia Desa Bayunggede
10 Desember 2019 | 21 Kali
Giat Posyandu Kamboja Br Dinas Peludu
23 Juni 2018 | 12 Kali
Badan Usaha Milik Desa
23 Juni 2018 | 12 Kali
Membangun Jaringan Sosial dan Kemitraan
12 April 2019 | 11 Kali
Sosialisasi Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2019
23 Juni 2018 | 15 Kali
Rancang Bangun dan Pengelolaan BUMDesa
24 Agustus 2018 | 1.327 Kali
Visi dan Misi
03 Oktober 2018 | 1.327 Kali
Sejarah Desa Bayung Gede
02 Juni 2018 | 12 Kali
Meninggalkan Desa Lama Memulai Desa Baru